Ferdy Ant | Makes Different with Your Own: 1/1/09 - 2/1/09

Allendale, dari Core 2 sampai Celeron

Allendale, dari Core 2 sampai Celeron

Intel sebagai produsen prosesor terbesar di dunia, dalam merancang prosesor generasi barunya dengan inti ganda untuk desktop PC telah membagi produknya menjadi 3 kelas. Untuk kelas mainstream yang mengejar performance, tersedia banyak pilihan prosesor Core 2 Duo yang memiliki kinerja tinggi. Core 2 Duo sendiri terbagi menjadi 3 seri, yaitu seri E8000, E6000 dan E4000. Bagi kelas mainstream dengan dana terbatas disediakan pilihan Pentium Dual-Core dengan seri E2000. Terakhir, bagi mereka yang mengejar prosesor murah untuk komputasi ringan, disediakan pilihan seri Celeron (inti tunggal dengan seri Celeron L atau inti ganda dengan seri E1000). Khusus untuk Intel Celeron ini telah saya ulas pada kesempatan sebelumnya. Sekedar menghindari kebingungan, inilah tabel perbandingan jajaran prosesor inti ganda dari Intel. Tabel ini diambil dari xbitlabs.

Sudah menjadi tren masa kini bahwa kinerja komputasi kelas tinggi identik dengan prosesor Intel Core 2 Duo dengan arsitektur Conroe dengan seri E6000 atau Wolfdale dengan seri E8000. Masalahnya prosesor kelas berat ini harganya melampaui daya beli kebanyakan orang. Pilihan yang lebih menarik bagi masyarakat umum tentu adalah prosesor yang meski tetap berinti ganda untuk kemampuan multitasking, namun memiliki harga lebih bersahabat. Untuk itu Intel juga menawarkan pilihan lebih terjangkau dengan produknya yang bernama Allendale.

Intel Core 2 Duo dengan arsitektur Allendale adalah generasi Core 2 Duo paling terjangkau, dengan kode seri E4000. Dengan spesifikasi sedikit dibawah Conroe, seri E4000 ini mengusung arsitektur berukuran 65 nm pada keping chip berukuran 111 mm², memiliki FSB dasar sebesar 200 MHz (lebih kecil daripada FSB Conroe yang berada pada 266 MHz) dan telah mendukung MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Enhanced Intel SpeedStep Technology (EIST), Intel 64, XD bit, iAMT2 (Intel Active Management), Trusted Execution Technology (namun tidak mendukung instruksi Intel VT-x layaknya Conroe). Core 2 Duo dengan inti Allendale ini telah tersedia dari kecepatan 1,8 GHz (E4300) hingga 2,6 GHz (E4700) dengan L2 cache memory sebesar 2 MB dan FSB total sebesar 800 MHz. Suatu pilihan yang ekonomis untuk Core 2 Duo tentunya.

Bagi yang masih menginginkan kemampuan dual core namun merasa harga Intel Core 2 Duo masih terlalu tinggi, ada baiknya mempertimbangkan generasi Pentium Dual-Core yang juga memiliki kode Allendale berseri E2000. Pentium Dual-Core ini sepintas mirip seperti Pentium-D di masa lalu yang juga memiliki dua inti. Namun Pentium Dual-Core yang berkode Allendale ini sebenarnya lebih tepat menjadi ‘adiknya’ Core 2. Sudah dapat diduga, prosesor dengan inti ganda ini juga mengusung spesifikasi yang sama khas Allendale, yaitu inti ganda berukuran 65 nm dengan FSB dasar sebesar 200 MHz. Selain itu, berdasar pada arsitektur Core 64-bit Intel, semua jajaran Pentium Dual-Core telah mendukung MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Enhanced Intel SpeedStep Technology (EIST), Intel 64, XD bit (NX bit implementation), iAMT2 (Intel Active Management), LaGrande Technology (Intel Trusted Execution Technology). Untuk Pentium Dual Core ini, Intel kembali memangkas jumlah L2 cache memory lebih banyak lagi, dan kini hanya menyisakan 1 MB L2 cache memory saja. Tentu saja, penurunan memori ini akan berdampak pada kinerja prosesor ini secara umum, namun kemampuan komputasi multitasking tetap dapat dinikmati berkat FSB total yang mencapai 800 MHz. Pilihan Pentium Dual-Core tersedia mulai dari kecepatan 1,6 GHz (E2140) hingga 2,2 GHz (E2200).

Bagaimana dengan Celeron? Simpel saja, dengan kemampuan E2000 yang tadi dibahas dan dengan harga yang begitu murah, masih adakah yang menginginkan prosesor Intel berinti ganda yang lebih murah lagi? Bagi yang masih penasaran dengan prosesor inti ganda yang paling murah, lagi-lagi dengan jeroan Allendale 65 nm, kini Intel mengubah tren Celeron yang selama ini memakai inti tunggal menjadi inti ganda, yaitu dengan Celeron Dual-Core dengan seri E1000. Sampai saat ini, baru tersedia satu varian produk dengan E1200 berkecepatan 1,6 GHz. Celeron memang selama ini selalu identik dengan FSB rendah dan L2 cache memory yang juga rendah. Kini dengan arsitektur Allendale, Celeron Dual-Core ini tidak lagi memiliki FSB rendah, karena E1200 telah memiliki FSB total 800 MHz (sama seperti Allendale seri E4000 atau E2000). Bedanya, tentu saja dalam urusan memory L2. lagi-lagi Intel memangkas L2 cache memory pada Celeron E1200 hingga kini tersisa hanya 512 kB saja. Namun dengan harga yang demikian murah, apakah kita akan berharap Intel tetap berbaik hati memberi memori lebih? Setidaknya, inilah babak baru dalam sejarah Celeron dengan inti ganda didalamnya.

Singkat kata, Allendale kini telah menjadi nama yang identik dengan prosesor Intel inti ganda dengan harga yang bersaing. Tinggal pilih saja sesuai budget yang ada, untuk performa tinggi jelas Core 2 Duo seri E4000, untuk kinerja sedang bisa pilih Pentium Dual-Core seri E2000, dan untuk kelas value sementara ini hanya bisa memilih Celeron Dual-Core E1200. Dengan memilih yang cocok di hati (dan di kantong), prosesor inti ganda sudah menjadi milik anda.

Sumber : gaptek28.wordpress.com

Baca Selengkapnya...

Intel Celeron, solusi prosesor murah meriah

Intel Celeron, solusi prosesor murah meriah


Celeron? Apaan tuh? Hari gini masih pake Celeron?

Ya, itulah kata-kata yang sering terdengar saat orang mendengar tentang Celeron, sebuah nama bagi prosesor kelas value dari Intel. Selama ini Celeron memang identik dengan prosesor murahan yang kinerjanya rendah. Asumsi ini memang tidak sepenuhnya salah karena pada tahun-tahun awal kehadiran Celeron kinerjanya memang cukup mengecewakan. Namun seiring dengan perkembangan jaman, Celeron kini menjadi pilihan menarik untuk solusi komputer murah namun berkinerja baik.

Celeron

pertama kali diluncurkan tahun 1997 sebagai respon Intel atas kebutuhan akan komputasi ringan sehari-hari seperti di kantor atau rumah. Setelah generasi Pentium MMX berakhir pada clock 233 MHz, Intel akhirnya memutuskan untuk menggolongkan jajaran prosesornya menjadi dua mainstream, yaitu kelas performance dan kelas budget/value. Kelas performance dinamai Pentium II yang ditargetkan bagi pengguna kelas berat seperti pecinta game, dan Celeron diposisikan untuk mengisi kelas value dengan spesifikasi yang lebih rendah namun dengan harga yang lebih murah. Namun awal kehadiran Celeron cukup mengecewakan dengan spesifikasi yang terbilang amat rendah, contohnya prosesor Celeron pertama dari Intel yang bernama Covington yang bekerja dengan clock 266 MHz dan tidak dilengkapi L2 cache memory.

Seiring berkembangnya teknologi prosesor, Intel kemudian meluncurkan generasi baru Celeron dengan L2
cache memory yang bernama Mendocino yang bekerja di clock 300 MHz dan FSB 66 MHz. Kecepatan
dari Mendocino terus ditingkatkan berturut-turut menjadi 333, 366, 400, 433, 466, 500, dan 533 MHz.

Namunkinerja dari Celeron generasi awal ini tetap rendah akibat penggunaan FSB 66 MHz yang mengakibatkan bottle neck dan
seiring dengan diluncurkannya Pentium III pada tahun 2000 lalu, Intel meluncurkan Celeron baru bernama Coppermine.


Coppermine yang menjadi Celeron generasi II ini memiliki format soket 370 dengan kecepatan clock 533 MHz dan diteruskan menjadi 566, 600, 633, 666, 700, 733, dan 766 MHz. Saat peluncuran Celeron 800 MHz, Intel memutuskan untuk menaikkan FSB menjadi 100 MHz sehingga performanya meningkat tajam. Generasi ini berlanjut dengan kecepatan 800, 850, 900, 950, 1.000, hingga 1.100 MHz. Generasi ini akhirnya digantikan dengan
generasi baru bernama Tualatin pada tahun 2002 yang seluruhnya dengan FSB 100 MHz dan 256 kB of L2 cache (dimana saat itu Pentium III bekerja dengan 256 kB /512 kB L2 cache). Tualatin bekerja pada kecepatan 1.2 GHz dan diteruskan dengan 1.3 dan 1.4 GHz. Namun
jika dilakukan perbandingan dengan pesaingnya AMD Duron, kinerja Tualatin saat itu masih juga tertinggal jauh.


Sebagai pendamping Pentium 4, Intel meluncurkan Celeron baru bernama Willamette dengan soket 478 berkecepatan 1,7 GHz dan dilengkapi 256 kB L2 cache. Seiring dengan migrasi arsitektur prosesor ke level yang lebih kecil, Intel merubah arsitektur Celeron ke 130nm dan mengganti namanya menjadi Northwood berkecepatan 2 GHz. Sampai sejauh ini Intel telah melakukan revolusi cukup besar dalam meningkatkan kinerja Celeron.


Belum puas sampai disitu, lagi-lagi Intel mengejutkan pasar dengan meluncurkan Celeron D (Prescott) untuk mendampingi Pentium D (dual core), dengan soket baru LGA775 berarsitektur 90nm dan dilengkapi dengan L2 cache 256 kB dan FSB 533 MHz. (Catatan, kode huruf D pada Celeron D hanya menandakan generasi Celeron ini berbarengan dengan Pentium D, bukan berarti Celeron D menggunakan dual core.) Generasi Celeron D disempurnakan menjadi seri Cedar Mill dengan meningkatkan L2 cache menjadi 512 kB, menggunakan arsitektur 65nm dan fasilitas 64-bit support (EM64T). Dengan penyempurnaan ini kinerja Celeron telah meningkat pesat dan yang terpenting suhu kerjanya turun berkat arsitektur baru.


Sampai disini Celeron berhasil menunjukkan kelasnya dan membuktikan bahwa prosesor murah tidak selalu berkinerja rendah. Namun tunggu dulu, penggunaan FSB 533 MHz masih terasa kuno untuk saat ini, apalagi saudara kandung Celeron yaitu pentium 4 telah digantikan dengan generasi baru bernama Intel Core (yang kini telah dikembangkan menjadi Core2 Duo dan Core 2 Extreme). Akhirnya Intel meluncurkan Celeron berbasis arsitektur Conroe-L namun dengan inti tunggal yang mengusung FSB 800 MHz,level 2 cache 512 kB hingga 1 MB dan proses manufaktur 65nm. Seperti prosesor Intel dengan inti Conroe lainnya, angka clock yang dipakai tidak lagi tinggi namun kinerjanya melampaui ‘kakak-kakaknya’ yang memiliki clock tinggi. Demikian juga dengan Celeron terakhir ini yang diberi kode 4xx dan 5xx, meski bekerja dengan clock 1.6 GHz hingga 2 GHz namun secara umum kinerjanya sanggup mendekati pentium 4 generasi awal.






Update
:

Di tahun 2008 tren akan komputasi multitasking begitu dominan dan Intel akhirnya memutuskan meluncurkan generasi Celeron dengan inti ganda pertamanya yang bernama E1200 berarsitektur Conroe-L 65nm dengan kecepatan 1,6 GHz, FSB 800 MHz dan cache L2 512 kB. Ini akan menjadi tonggak sejarah kelahiran Celeron Dual-Core dan dapat menjadi solusi prosesor murah meriah namun tetap ‘kencang’. Kedepannya, Intel berencana akan meluncurkan varian lain dari seri Celeron Dual-Core ini, yaitu E1400 (2 GHz) dan E1600 (2,4 GHz) pada pertengahan tahun 2008. Dengan spesifikasi seperti ini prosesor Intel Celeron tidak lagi akan dipandang sebelah mata oleh para pengguna komputer. Kinerja tinggi, temperatur rendah dan harga terjangkau menjadi pilihan tepat bagi mereka yang dananya terbatas namun menginginkan komputer dengan kemampuan baik.

Sumber : gaptek28.wordpress.com

Baca Selengkapnya...

Intel Atom

Intel Atom, kelebihan dan kekurangan


Intel saat ini telah merilis dua versi processor ini (Z500-540 dan N270). Pada dasarnya Processor Atom merupakan "revolusi" Intel pada manufaktur processor, karena dibuat dengan dimensi fisik sangat kecil serta mengintegrasikan transistor berukuran kecil juga.


Karena itulah processor ini sangat hemat daya dan tidak begitu panas. Kedua faktor ini sangat penting untuk rancangan perangkat komputer mini seperti MID, UMPC, Nettop dan Netbook. Menurut informasi, Processor Intel Atom nantinya akan terintegrasi secara permanen (on-board) pada Motherboard seperti chipset, jadi tidak memungkinkan untuk di-upgrade-nya (walaupun secara teknis tetap dapat dilakukan). Kita juga akan mengenal platform Intel Atom Centrino pada Netbook, yang memiliki karakteristik sama dengan Centrino pada umumnya.

Notebook mini saat ini dinamakan Subnotebook (bukan Netbook), karena perangkat tsb masih menggunakan Processor notebook standar (Celeron, PDC, C2D, Intel ULV, atau Via on-board). Contoh subnotebook yang beredar saat ini adalah : Asus Eee PC, Sony Vaio, Classmate PC dan HP MiniNote. Kelemahan mendasar dari Subnotebook adalah kebutuhan daya yang sangat besar, dan panas yang berlebihan yang disebabkan oleh kerja Processor. Ini akan memboroskan battere, karena pada dimensi fisik notebook yang kecil maka jumlah cell battere juga tidak bisa berjumlah banyak. Dan ini akan menurunkan kinerja komputer tersebut. Maka dari itulah beberapa vendor mengganti storage HDD menjadi SSD (Solid-State Drive), karena akan menghemat battere. Ini dilakukan oleh Classmate PC dan Eee PC.

Dibawah merupakan dua varian Processor Intel Atom :

1. Intel Atom Z500 – Z540; digunakan sebagai processor dalam perangkat Mobile Device Internet (MID) atau Ultra Mobile PC (UMPC). Kedua perangkat ini merupakan ekosistem baru komputasi internet yang berukuran sangat kecil (mini) mirip seperti Playstation Portable.

2. Intel Atom N270; digunakan pada perangkat Nettop dan Netbook, yaitu dua ekosistem baru pada komputer desktop dan laptop yang berukuran kecil (tapi lebih besar dari MID/UMPC). Nettop merupakan padanan untuk PC Desktop, dan Netbook merupakan padanan untuk Notebook. Contoh Nettop adalah MB Intel D945GCLF.

Kelebihan :
- daya super irit
- menggunakan teknik pembuatan processor terbaru
- dingin, bahkan untuk versi desktopnya tidak perlu kipas
- ukurannya kecil sekali, cocok untuk perangkat portable

Kekurangan :
- kinerja rendah
- tidak multicore
- hanya cocok digunakan untuk kalangan terbatas saja (tidak untuk gamer, design grafis, video editing, dll)

Baca Selengkapnya...

Apa itu Device Driver??

Apa itu Device Driver??


Kita menggunakan mereka setiap kali berhubungan dengan PC kita, tetapi bagaimana mereka bekerja? Ikuti artikel ini untuk mengetahuinya.

PC Anda terdiri dari dua komponen dasar: hardware dan software. Bagian hardware sudah jelas, karena meliputi semua dari processor sampai perangkat internal atau eksternal yang Anda hubungkan, termasuk semua yang ada di antaranya.

Pada bagian software, Anda bisa membaginya ke dalam tiga subkategori dasar: operating system itu sendiri, aplikasi user, dan terakhir device driver. Secara singkat, device driver merupakan saluran tempat software berkomunikasi dengan hardware. Windows dilengkapi dengan ribuan driver dan masing-masing didesain supaya Anda dapat (melalui Windows) bekerja secara langsung dengan hardware, apakah itu scanner, modem, atau sesuatu yang lebih canggih seperti pengenal sidik jari. Setiap hardware yang terhubung ke PC Anda membutuhkan driver-nya sendiri atau ia tidak akan dapat bekerja.

Bagaimana Cara Kerja Driver?
Jadi, apa itu device driver dan bagaimana cara kerjanya? Anda tidak perlu memahami kompleksitas yang dihadapi para programmer pada waktu mereka membuat driver baru, tetapi pemahaman tentang bagaimana sebenarnya mereka melakukan pekerjaannya merupakan hal yang bagus.

Secara sederhana device driver sama seperti aplikasi lainnya, walaupun dengan beberapa perbedaan yang sangat penting. Pertama, device driver tidak menggunakan jendela dan icon untuk berkomunikasi dengan user, tetapi duduk di antara program yang Anda gunakan dan hardware itu sendiri. Aplikasi biasa tidak akan men-crash keseluruhan sistem jika terdapat bug, tetapi device driver harus ditulis secara bersih dan dites supaya dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Jika program yang Anda gunakan mengalami crash, Windows generasi sekarang biasanya akan mengisolasi program tersebut dan menghentikannya, mencegahnya supaya tidak membuat keseluruhan OS lumpuh bersamanya. Karena device driver berkomunikasi dengan OS dan hardware, crash biasanya akan menghentikan sistem secara keseluruhan—kita semua pernah melihat blue screen of death yang muncul tanpa alasan jelas dan hampir selalu disebabkan oleh kesalahan device driver.

Dalam banyak hal device driver mirip dengan Dynamic Link Library atau file DLL yang digunakan oleh Windows dan setiap program untuk menyimpan bagian kode yang sering digunakan. Pada waktu device driver berjalan, ia memberikan informasi (yang disebut objek driver) ke Windows mengenai kepada hardware mana ia berkomunikasi dan apa yang dapat dilakukannya.

Komunikasi Driver
Objek driver merupakan bagian dari memory yang dialokasikan oleh Windows, yang menerangkan di mana driver dimuat ke dalam memory plus informasi yang bisa dibaca oleh Windows tentang driver tersebut.
Driver melakukan ini dengan mengisi entri yang disebut Windows sebagai Function Dispatch Table, sebuah database yang memeberitahu Windows tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing driver.

Pada waktu Anda ingin mencetak dokumen atau terhubung ke Internet, Windows akan memeriksa Function Dispatch Table untuk melihat kode mana yang dapat melakukan permintaan tersebut. Setelah selesai, Windows kemudian akan memberikan permintaan tersebut ke pada device driver yang bersangkutan supaya dilaksanakan, sehingga printer Anda bergerak dan modem Anda memutar nomor ISP.

Jadi begitulah pada dasarnya driver bekerja, tetapi pada kenyataannya tentu saja lebih kompleks dari itu. Sebagai permulaan, Anda harus mengetahui sedikit tentang bagaimana kode program dijalankan pada PC Anda, dan mengapa ada perbedaan.

Mode Kernel dan User
Secara sederhana, pada waktu Windows menjalankan kode program, ia melakukannya dengan salah satu dari dua cara. Pertama adalah yang dikenal sebagai mode user—ini merupakan cara aplikasi standar dijalankan. Pada waktu Anda menjalankan Internet Explorer misalnya, ia berjalan dalam mode user dan dengan sendirinya hanya dapat memanggil dan mengakses layanan sistem yang disediakan oleh Windows. Program yang berjalan dalam user mode tidak dapat mengakses hardware secara langsung—jika mereka mencoba melakukannya, Windows akan menghentikan thread program dan memperingatkan Anda. Salah satu contoh adalah pada waktu Anda menggunakan tool manajemen harddisk yang versinya sudah lama pada XP, Windows akan memperingatkan Anda bahwa pengaksesan hardware secara langsung tidak diperbolehkan.

Cara lain menjalankan kode program adalah dengan menggunakan apa yang dikenal dengan mode kernel. Ia menjalankan program di bagian yang terpisah dalam memory yang dilindungi, dan inilah core inti Windows (yang moderen) itu sendiri berjalan. Pada waktu sesuatu dijalankan dalam mode kernel, ia mempunyai akses langsung ke memory sistem dan hardware itu sendiri. Seperti yang dapat Anda duga, device driver hampir selalu berjalan dalam mode kernel.

Pada waktu driver berjalan, ia tidak melakukan apapun selain duduk dan menunggu permintaan dari program user, Windows itu sendiri dan bahkan driver lain pada sistem. Permintaan ini dikirim oleh Windows menggunakan IRP atau I/O Request Packet. Ini adalah bagian informasi yang berisi salah satu kode fungsi yang didukung sehingga driver tahu apa yang harus dilakukan. Sebagai contoh, driver printer Anda tahu bahwa Anda memintanya untuk mencetak halaman bukannya melakukan tes atau mengganti cartridge.

Kontrol
Setelah driver menerima dan mengerti paket yang diterima, ia mengambil salah satu dari tiga jalur. Jika ia mengerti permintaan tersebut dan dapat langsung dipenuhi, ia akan melakukannya dan memberitahu Windows bahwa permintaan sudah terlaksana. Jika driver tidak bisa langsung memenuhi permintaan tersebut—jika scanner Anda sibuk dengan suatu gambar pada saat itu, misalnya—ia menaruh IRP dalam queueing dan memberitahu Windows bahwa permintaan ditunda. Terakhir, jika driver tidak dapat memenuhi permintaan tersebut, ia memberitahu Windows tentang masalah tersebut dan Windows kemudian harus memberikan permintaan tersebut kepada driver lain supaya diproses.

Begitulah pada dasarnya device driver melakukan tugasnya. Namun, seperti yang telah kita ketahui, tidak ada yang sempurna di dunia ini dan driver sering kali gagal melakukan tugasnya dengan baik dan kadang-kadang membuat Windows crash cukup parah—kami tekankan bahwa pastikan untuk mempunyai driver yang terbaru untuk hardware Anda, karena versi terbaru dapat menghilangkan berbagai masalah.

Apakah File Sistem Saya Mempunyai Tanda Digital?
Untuk mengetahui apakah sistem file Anda mempunyai tanda digital (digital signature), gunakan File Signature Verification (klik Start, klik Run, ketik sigverif, dan kemudian klik OK). File Signature Verification akan memeriksa untuk melihat sistem file dan device driver mana yang telah ditandai secara digital dan menampilkan hasil penemuannya. Jika Anda mengaktifkan pencatatan, hasil pencarian juga dituliskan ke file log.

MANAJEMEN DRIVER XP
Manajemen driver pada Windows XP lebih kompleks dan lebih fleksibel dibanding Windows 9x ke bawah. Jika PC Anda sudah berjalan dengan stabil, Anda bisa mencegah user lain supaya tidak memasang driver baru yang belum melewati tes sertifikasi Microsoft. Secara default, Windows XP akan memperingatkan Anda bahwa driver itu belum ditandai, tetapi bisa saja diinstalasi jika Anda mengizinkan.

Driver Signing
Jika menggunakan Windows 2000 atau XP, Anda mungkin tahu tentang penandaan driver (driver signing), bergantung apakah Anda menginstalasi suatu hardware setelah membeli PC tersebut. Dengan Windows versi lama, Anda bisa saja menginstalasi driver lama yang Anda suka. Meskipun kebanyakan bekerja seperti yang dimaksud, banyak driver yang penuh dengan bug sehingga mereka dapat membuat Windows sering crash.

Dengan datangnya Windows 2000, Microsoft memperkenalkan penandaan secara digital (digital signatures) ke device driver. Pada waktu Windows 2000 atau XP menginstalasi perangkat baru, mereka memeriksa apakah driver tersebut sudah ditandai. Jika sudah, itu berarti driver sudah melalui pengujian ekstensif tentang kompatibilitas dengan Windows versi tersebut. Jika belum, Windows akan memperingatkan Anda tentang akibat buruk yang mungkin terjadi jika menginstalasi driver yang belum ditandai karena belum dites.

Namun, tentu, Anda bisa saja melanjutkan dan tetap menginstalasi driver tersebut dengan memberi izin kepada Windows. Banyak driver dari perusahaan kecil tidak akan melewati sertifikasi Microsoft karena berbagai alasan, tetapi kebanyakan bisa bekerja dengan baik. Apakah ingin menginstalasi driver yang belum ditandai atau tidak semuanya terserah kepada pribadi masing-masing.

LOGO DESIGNED FOR MICROSOFT WINDOWS XP
Produk hardware dan software yang menampilkan logo Design for Microsoft Windows telah dites kompatibilitasnya dengan XP melalui serangkaian prosedur tes yang disediakan Microsoft. Untuk kinerja terbaik, Microsoft menganjurkan untuk menggunakan produk hardware yang menampilkan log Design for Microsoft Windows XP pada paket luar dan pada perangkat itu sendiri.

Software untuk produk hardware dengan logo Design for Microsoft Windows XP mempunyai tanda digital (digital signature) dari Microsoft, yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah dites kompatibilitasnya dengan Windows dan belum diubah sejak saat itu. Anda juga dapat langsung menanyakan ke vendor hardware tersebut untuk mendapatkan device driver yang sesuai dengan memenuhi standar logo Design for Microsoft Windows XP.

Microsoft sangat menganjurkan supaya Anda hanya menggunakan device driver yang mempunyai logo Designed for Microsoft Windows XP. Menginstalasi device driver yang belum ditandai secara digital oleh Microsoft dapat men-disable sistem, memungkinkan virus masuk ke komputer, atau mengacaukan operasional komputer Anda baik sekarang maupun di masa yang akan datang.

LEBIH LANJUT
windowsupdate.microsoft.com
Untuk mendapatkan update terbaru, termasuk perbaikan sekuriti, service pack, file Help baru, kunjungi situs web ini.

go.microsoft.com
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Microsoft Windows Program kunjungi situs web ini.
Anda bisa juga membuka www.microsoft.com dan cari “Windows logo program”.

Baca Selengkapnya...

Memperbaiki sendiri printer yang rusak “Waste ink tank full” Canon i255

Memperbaiki sendiri printer yang rusak “Waste ink tank full” Canon i255

Kerusakan klasik untuk printer merek Canon adalah mati total, lampu printer berkedip dengan warna hijau-oranye bergantian, saat print ngadat dan mengeluarkan pesan “Waste ink tank full”. Tipe kerusakan tersebut kebanyakan sama, dan penyebabnya karena penampung buangan tinta “berbentuk gabus” telah jenuh “waste ink tank full”. Untuk tipe printer canon memang penampung buangan tinta hanya terdiri dari gabus yang diletakan biasanya di dasar komputer.

Dengan teknologi flow system atau istilah kerenya printer di infus, membuat mudahnya dalam pengisian tinta. tanpa takut lagi kehabisan tinta saat mencetak. Kadang kala tinta tidak mengalir, atau tinta mengalir namun print head tidak mengeluarkan tinta. Solusi untuk ini biasanya dengan melakukan cleaning head lewat mintenance. Sebenarnya dengan melakukan cleaning print head kita telah menyedot tinta dan jika berlebih akan di buang di penampung.

Jika kerusakan telah terjadi, langkah yang harus kita ambil adalah mereset printer (istilahnya). Tujuan mereset printer adalah menghapus informasi tentang kondisi yang ada di printer, termasuk “waste ink tnk full”. Mereset printer ada dua metode: secara manual dan secara program. Untuk printer canon i255 memerlukan kedua-duanya (manual dan software)

Cara manual untuk i255

  • Cabut semua kabel
  • sambil menancapkan kabel power tekan tombol power (jangan dilepas)
  • tekan tombol resuem kemudian lepas (tombol power masih ditekan)
  • Tekan sekali lagi tombol resume kemudian lepas
  • Lepas tombol power

Langkah tersebut adalah mereset printer secara temporary (bila listrik di cabut masalah timbul lagi). untuk menyelesaikan sampai tuntas perlu di reset permanent dengan software, bisa di download gratis di download di sini atau mau ngopi ke saya juga boleh.

Begitu juga untuk seri atau merek yang lainya juga prinsipnya sama, yang berbeda mungkin hanya langkah dan softwarenya saja.

Namun semua itu belum menyelesaikan masalah secara total, selama gabus penampung buangan tinta masih jenuh

Jadi belajarlah membongkar printer sendiri, kemudian mengambil gabus, membersihkanya dan mengeringkanya. Atau kalau kretaif buatlah saluran tersendiri yang berfungsi membuang tinta buangan ke luar printer.

Ilmu adalah gratis….. maka bagi-bagikanlah

File reseter i255 untuk windows XP bisa di download di sini

Sedangkan untuk tipe printer yang lainya:

Canon

Epson

Untuk yang lainya bisa kunjungi web ini http://www.startcopy.ru/repair/files/files.htm
Sumber: http://www.printersiam.com, http://indoreset.blogspot.com/

Baca Selengkapnya...

Copyright © 2008 - Ferdy Ant | Makes Different with Your Own - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template