Laporan AV-Comparative.Org sering dijadikan rujukan untuk mengetahui perkembangan kinerja aplikasi antivirus secara berkala. Di tahun 2009, peringkat produk terbaik (overall) yang sebelumnya ditempati oleh AVIRA (2008) digeser oleh Symantec. Berikut ini adalah ulasan dari laporan kinerja Antivirus sepanjang 2009.
Produk Uji
Produk antivirus yang dipilih didasarkan laporan pemakaian terbanyak, baik dari jumlah pembelian maupun banyaknya produk yang diunduh (download). Berikut ini adalah produk antivirus yang diuji di lab AV-Comparative (diurutkan sesuai abjad):
Avast! Free v5.0
AVG Antivirus v9.0
AVIRA Antivir Premium v9.0
BitDefender Antivirus 2010
eScan Antivirus v10
ESET NOD32 Antivirus v4.0
F-Secure Antivirus 2010
G DATA Antivirus 2010
Kaspersky Antivirus 2010
Kingsoft Antivirus 2009+
McAfee Viruscan Plus 2010
Microsoft Security Essentials v1.0
Norman Antivirus & Anti-Spyware v7.30
Sophos Antivirus v9.0
Symantec Norton Antivirus 2010
TrusPort Antivirus 2010
Total terdapat 16 produk antivirus yang diujikan di Lab AV-Comparative. Beberapa pendatang baru yang masuk nominasi pengujian sejak 2008 adalah eScan Antivirus, Microsoft Security Essentials, dan TrusPort Antivirus. Pengujian dilakukan berdasarkan masing-masing metode uji yang selanjutnya langsung diberikan skor. Adapun untuk skor tertinggi diberikan pada peringkat tiga besar dengan kode Emas (Gold) untuk peringkat pertama, Perak (Silver) untuk peringkat kedua, dan Perunggu (Bronze) untuk peringkat ketiga. Demikian pula, untuk memberikan rating secara keseluruhan (overall test).
Pemberian peringkat produk terbaik didasarkan pada penghitungan rata-rata total skor untuk hasil setiap pengujian. Seperti terlihat di atas, sekalipun ESET memiliki perak (silver) lebih banyak dibandingkan Kaspersky, akan tetapi skor pengujian Kaspersky lebih tinggi daripada ESET. Dalam hal ini, produk terbaik untuk tahun 2009 adalah Symantec Norton Antivirus 2010 yang memiliki nilai rata-rata skor paling tinggi. Posisi produk terbaik menggeser AVIRA Antivir pada tahun 2008. Sekalipun demikian, AVIRA Antivir masih cukup kokoh berada di posisi 5 besar. Salah satu pendatang baru yang cukup diperhitungkan di sini adalah kehadiran Microsoft Essential yang mampu bertahan di kelompok 10 besar, bahkan mampu mengungguli AVIRA.
Adapun hasil pengujian untuk 2 kelompok waktu pengujian sepanjang 2009 diperlihatkan di bawah ini.
Hasil pengujian keseluruhan untuk masing-masing metode pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
On Demand Malware Detection
Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemampuan deteksi malware. Ada tiga antivirus lainnya yang sebenarnya memiliki tingkat deteksi malware yang cukup tinggi, yaitu AVIRA, BitDefender, eScan, dan GDATA. Namun, mereka semua banyak ditemukan kegagalan pada uji false positive alarm.
Proactive On Demand Detection Test
Pengujian yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan antivirus yang secara proaktif untuk mendeteksi malware yang tidak dikenal. Produk AVIRA dan GDATA sebenarnya memiliki tingkat deteksi proaktif yang tinggi. Namun, keduanya juga ditemukan sering mengalami kegagalan dibandingkan Symantec, ESET, dan McAfee.
False Positive Test
Pengujian untuk mengetahui kesiapan produk antivirus untuk tidak mudah terinfeksi oleh virus dan sejenisnya. Oleh karenanya, pihak AV-Comparative memberikan perhatian cukup besar untuk kriteria ini. Semakin rendah produk terinfeksi, maka semakin tinggi peringkatnya. Dari semua antivirus yang diujikan, hanya tiga produk yang dikategorikan cukup aman dari infeksi virus, yaitu Microsoft, F-Secure, dan Symantec.
On Demand Speed Scanning Test
Metode pengujian untuk mengetahui kecepatan pemindaian dari produk antivirus untuk pemindaian sistem secara keseluruhan. Selain cepat dalam pemindaian, produk antivirus juga diharuskan meminimalisasi kemungkinan virus yang lolos deteksi. Untuk kriteria ini dimenangkan oleh Kingsoft, Symantec, dan Avast!.
Overall Performance Test
Pengujian untuk mengetahui atau memastikan apabila produk antivirus berada dalam kondisi siap kerja pada situasi apapun ketika komputer sedang bekerja. Untuk kriteria ini dimenangkan oleh AVIRA, Kingsoft, dan F-Secure.
On Demand Potentially Unwated Applications Detection Test
Kriteria pengujian untuk mengetahui kemampuan produk antivirus untuk mendeteksi aplikasi tidak dikenal yang umumnya sering beredar di internet. Dari hasil pengujian, keseluruhan produk antivirus memiliki kemampuan dengan persentase 98% ke atas. Namun, untuk pemenangnya adalah TrustPort dan GDATA (Gold), McAfee dan AVIRA (Silver), dan Symantec, F-Secure, BitDefender, dan eScan (Bronze).
Malware Removal Test
Produk antivirus sekarang ini sudah menyertakan fitur untuk mendeteksi dan menghapus malware yang ditemukan di internet. Dari hasil pengujian, pemenangnya secara berurutan adalah eScan, Symantec, dan Microsoft.
Whole Product Dynamic Protection Test
Kriteria uji ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan produk antivirus dalam memberikan fitur keamanan internet (internet security suites). Pemenang untuk kriteria ini adalah Symantec, Kaspersky, dan AVIRA. Menurut pihak AV-Comparative, Symantec dan Kaspersky memiliki peringkat yang sebenarnya sama. Namun, diputuskan pemenangnya adalah Symantec karena dinilai lebih minim peringatan (warning) ketimbang Kaspersky.
Kesimpulan
Sepanjang pengujian di tahun 2009, Symantec Norton Antivirus 2010 memiliki keunggulan yang dominan dari semua kriteria pengujian AV-Comparative. Dari delapan kriteria pengujian, Symantec berada pada posisi 3 besar atau hanya gagal masuk 3 besar pada dua kriteria dari delapan kriteria uji. Sekalipun Kaspersky hanya memiliki dua kriteria uji yang masuk tiga besar, akan tetapi skor pengujian rata-rata masih lebih tinggi dibandingkan dengan ESET Antivirus. Faktor terpenting untuk meloloskan menjadi produk antivirus terbaik adalah faktor uji kegagalan, uji stabilitas kerja, dan rendahnya kemungkinan infeksi.
Sebagai pendatang baru, Microsoft Essentials Security dianggap cukup digdaya menghadapi kontestan 10 besar lainnya. Produk antivirus dari Microsoft bahkan mampu mengungguli jawara di 2008, yaitu AVIRA. Produk antivirus dari Microsoft sebenarnya adalah versi gratis, akan tetapi hanya untuk sistem operasi Windows yang dikenali asli (genuine). Norman Antivirus yang sempat populer di Indonesia ternyata tidak banyak berkutik dari hasil pengujian real-time di Lab AV-Comparative, bahkan terlempar dari jajaran 10 besar.
Hasil uji di 2009 tidak sepenuhnya menjamin dan dapat dijadikan acuan untuk perspektif di 2010. Terdapat kemungkinan yang sebaliknya, jawara (tiga besar) di 2009 akan jatuh di 2010. Pada prinsipnya, keseluruhan produk antivirus yang diujikan oleh Lab AV-Comparative dianggap cukup layak untuk menjadi proteksi atau keamanan komputer. Jika Anda menggunakan salah satu di antaranya, itu berarti keamanan di komputer Anda dianggap sudah memadai. Pengujian di Lab AV-Comparative dilakukan pada kondisi yang sangat ekstrim di mana kondisi ini jarang ditemukan di rumah Anda. Lagipula, hasil pengujian di tahun 2009 tentunya akan dijadikan referensi bagi pembuat produk antivirus untuk dilakukan penyempurnaan pada versi di tahun 2010, baik melalui update program maupun update virus database.
Tambahan
Untuk melengkapi hasil uji dari lab AV-Comparative, ada baiknya jika melihat pula ulasan hasil uji individu di tautan berikut ini:
AV-Comparative Main Test
Showing posts with label Vista. Show all posts
Showing posts with label Vista. Show all posts
Terbaik 2009 Sebagai Referensi AntiVirus 2010
Diposkan oleh Ferdy Hernawan Label: AntiVirus, Vista, Windows, Windows 7Perbedaan antara Windows Vista versi 32-bit dan 64-bit
Diposkan oleh Ferdy Hernawan Label: 32-bit, 64-bit, Vista, Windows
Artikel ini menjelaskan tentang perbedaan antara Windows Vista versi 32-bit dan Windows Vista versi 64-bit
Catatan : Untuk menggunakan Windows Vista versi 64-bit, Anda harus memiliki komputer dengan prosesor 64-bit. Dan juga, Anda harus memiliki pengandar perangkat 64-bit untuk perangkat yang ada di dalam komputer.
Perbedaan utama antara Windows Vista versi 32-bit dan Windows Vista versi 64-bit berkaitan dengan aksesibilitas memori, manajemen memori, dan fitur keamanan yang meningkat. Fitur keamanan yang tersedia pada Windows Vista versi 64-bit meliputi berikut:
- Perlindungan Lintasan Kernel
- Dukungan untuk Perlindungan Eksekusi Data (DEP) perangkat keras cadangan
- Masuk pengandar perintah
- Penghapusan dukungan untuk pengandar 32-bit
- Penghapusan subsistem 16-bit
Tergantung pada versi Windows Vista yang diinstal, Windows Vista versi 64-bit mendukung mulai dari RAM 1 GB hingga RAM 128 GB. Kemampuan untuk mengalamatkan lebih banyak memori fisik membuat Windows Vista meminimalkan waktu yang diperlukan untuk menukar proses masuk dan keluar dari memori fisik. Oleh karena itu, Windows Vista dapat mengelola proses dengan lebih efisien. Fitur manajemen memori ini membantu meningkatkan keseluruhan kinerja Windows Vista.
Keuntungan jika Anda menginstal Windows Vista versi 64-bit
- Meningkatkan dukungan memori melebihi ruang memori 4-GB yang dialamatkan yang tersedia dalam sistem operasi 32-bit
- Meningkatkan kinerja program untuk program yang ditulis untuk mengambil manfaat dari sistem operasi 64-bit
- Fitur keamanan yang meningkat
- Pengandar perangkat 64-bit tidak akan tersedia untuk satu atau lebih perangkat pada komputer.
- Pengandar perangkat harus ditandai secara digital.
- Pengandar perangkat 32-bit tidak didukung.
- Program 32-bit mungkin tidak sepenuhnya kompatibel dengan sistem operasi 64-bit.
- Akan sulit untuk menempatkan program yang ditulis khusus untuk sistem operasi 64-bit.
- Tidak semua perangkat keras kompatibel dengan Windows Vista versi 64-bit.
Perbedaan pokok antara Windows Vista versi 32-bit dan Windows Vista versi 64-bit
Perkecil tabel iniPerbesar tabel ini
| Arsitektur | Windows Vista, versi 32-bit | Windows Vista, versi 64-bit |
|---|---|---|
| Persyaratan sistem | prosesor 1-gigahertz (GHz) 32-bit (x86) atau prosesor 64-bit (x64), RAM 512 MB | prosesor 1-GHz 64-bit (x64), RAM1 GB (disarankan 4 GB) |
| Akses memori | Windows Vista versi 32-bit mampu mengakses hingga RAM 4 GB. | Windows Vista versi 64-bit mampu mengakses mulai dari RAM 1 GB hingga lebih dari RAM 128 GB. |
| Akses memori per edisi | Semua Windows Vista versi 32-bit mampu mengakses hingga RAM 4 GB. | Windows Vista Home Basic - RAM 8 GB Windows Vista Home Premium - RAM 16 GB Windows Vista Business - RAM 128 GB atau lebih Windows Vista Enterprise - RAM 128 GB atau lebih Windows Vista Ultimate - RAM 128 GB atau lebih |
| DEP | Windows Vista versi 32-bit menggunakan versi DEP berbasis perangkat lunak. | Windows Vista versi 64-bit mendukung DEP yang didukung perangkat keras. |
| Perlindungan Lintasan Kernel (PatchGuard) | Fitur ini tidak tersedia pada Windows Vista versi 32-bit. | Fitur ini tidak tersedia pada Windows Vista versi 64-bit. Perlindungan Lintasan Kernel membantu program berbahaya agar tidak memperbarui kernel Windows Vista. Fitur ini bekerja dengan cara membantu mencegah pengandar mode kernel untuk memperluas atau menggantikan layanan kernel lainnya. Dan juga, fitur ini membantu mencegah program pihak ketiga agar tidak memperbarui (melintasi) bagian kernel manapun. |
| Penandaan pengandar | Pengandar yang belum ditandai dapat digunakan dengan Windows Vista versi 32-bit. | Windows Vista versi 64-bit memerlukan semua pengandar perangkat harus ditandai secara digital oleh pengembang. |
| dukungan pengandar 32-bit | Windows Vista versi 32-bit mendukung pengandar 32-bit yang dirancang untuk Windows Vista. | Windows Vista versi 64-bit tidak mendukung pengandar perangkat 32-bit. |
| dukungan program 16-bit | Windows Vista versi 32-bit mendukung program 16-bit, sebagian. | Windows Vista versi 64-bit tidak mendukung program 16-bit. |
Berlaku bagi:
- Windows Vista Business
- Windows Vista Enterprise
- Windows Vista Home Basic
- Windows Vista Home Premium
- Windows Vista Ultimate
- Windows Vista Enterprise 64-bit Edition
- Windows Vista Home Basic 64-bit Edition
- Windows Vista Home Premium 64-bit Edition
- Windows Vista Ultimate 64-bit Edition
- Windows Vista Business 64-bit Edition
Subscribe to:
Posts (Atom)
