Hardware yang disarankan (system requirements)
Sebelum melakukan instalasi kita terlebih dahulu tau berapa syarat minimal hardware yang dibutuhkan oleh Windows 7. Untuk menjalankan Windows 7 dibutuhkan beberapa resource komputer. Berikut merupakan syarat minimal hardware (minimum system requirements) untuk Windows 7:
· 1 GHz 32-bit atau 64-bit processor
· 1 GB Memory
· 16 GB free disk space
· Support DirectX 9 graphics dengan 128 MB Memory
· DVD-R/W Drive
· Internet acces (untuk aktivasi dan update Windows)
Mendownload Windows 7 Beta
Kita dapat men-download ISO Windows 7 Beta secara gratis di website Microsoft. Windows 7 menyediakan versi 32-bit dan 64-bit. Alamat men-download-nya sebagai berikut:
http://www.microsoft.com/windows/windows-7/beta-download.aspx
ketika men-download file ISO Windows 7 Beta, kita juga akan mendapatkan product key untuk keperluan instalasi. Jangan lupa untuk mencatat product key Windows 7.
Upgrading ke Windows 7
Kita dapat melakukan upgrading OS Windows yang telah kita miliki ke Windows 7. OS Windows yang di-support untuk upgrading adalah Windows Vista SP1. Apabila OS Windows Vista kita belum di-instal SP1 atau Windows XP, maka akan mendapatkan kegagalan ketika melakukan upgrading kecuali ketika melakukan upgrading terlebih dahulu.
File ISO Windows 7 hasil download dapat dilakukan burning ke DVD kosong supaya dapat digunakan untuk instalasi atau upgrading. Berikut ini langkah-langkah upgrading Windows 7 dari Windows Vista SP1:
1. Masukkan DVD Windows 7.
2. Klik file setup .exe apabila DVD Windows 7 tidak melakukan autorun.
3. Selanjutnya akan mendapatkan kotak dialog Instalasi Windows 7.
4. Klik “Install Now”.
5. Selanjutnya perhatikan petunjuk di layar monitor.
6. Apabila komputer kita terhubung dengan Internet, maka kita bisa memilih untu “Go online…” atau kalau tidak terhubung dengan Internet dapat memilih “Do not….”.
7. Selanjutnya kita akan mendapatkan kotak dialog License.
8. Klik “I Accept the license terms”.
9. Selanjutnya perhatikan layar, tampak tipe instalasi yang bisa Anda pilih.
10. Pilih Upgrade untuk melakukan upgrading
11. Selanjutnya ikuti saja instruksinya.
12. Pada proses instalasi, proses reststarting Windows ada berjalan otomatis.
Instalasi Windows 7 (Metode Clean)
Metode clean untuk instalasi Windows 7 adalah cara paling mudah dan mempunyai risiko yang kecil. Untuk melakukan ini, kita harus menyediakan komputer yang belum diinstal sama sekali OS-nya. Sekadar testing, kita juga dapat menggunakan virtualization seperti Virtual PC, Virtual Server maupun VMWare.
Berikut ini langkah-langkah proses instalasi Windows 7 melalui dari awal (metode clean):
1. Masukkan DVD Windows 7.
2. Lakukan booting melalui DVD ini.
3. Pada instalasi awal kita akan mendapatkan kotak dialog instalasi.
4. Pilih bahasa dan jenis keyboard.
5. Selanjutnya klik tombol Next.
6. Kita akan mendapatkan kotak dialog License.
7. Lakukan “I accept the license terms”.
8. Selanjutnya klik tombol Next.
9. Kemudian kita memilih jenis instalasi.
10. Pilih Custom (Advanced).
11. Selanjutnya kita memilih hardware disk yang terdeteksi oleh Windows 7.
12. Kemudian klik tombol Next.
13. Sistem akan melakukan instalasi dan ini akan memakan waktu tergantung pada spesifikasi hardware yang digunakan.
Konfigurasi Jaringan
Selesai melakukan instalasi, yang terpenting dilakukan setelahnya adalah konfigurasi jaringan. Tujuannya agar kita dapat melakukan updating Windows 7 secara online dan juga melakukan aktivasi OS Windows-nya.
Konfigurasi jaringan pada Windows 7 tidaklah terlalu berbeda pada Windows Vista. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Klik kanan pada tray icon gambar komputer.
2. Pilih menu “Open Network and Sharing Center” dengan mengklik menu tersebut.
3. Selanjutnya kita akan mendapatkan kotak dialog Open Network and Sharing Center.
4. Klik menu Change Adapter Settings yang ada disebelah kiri.
5. Kemudian kita akan mendapatkan adapter network yang kita miliki.
6. Klik kanan adapter tersebut dan pilih menu Properties.
7. Kemudian kita akan mendapatkan kotak dialog Properties adapter network kita.
8. Konfigurasikan IP version 4 maupun 6 ke DHCP kalau memang ada DHCP server atau IP statis jika memang tidak ada DHCP server.
Jika selesai konfigurasi jaringan kita lakukan testing dengan memanggil browser dan pilh salah satu website untuk dipanggil. Apabila terhubung dengan Internet, maka browser akan menampilkan alamat website tersebut.
Aktivasi Windows
Setelah melakukan konfigurasi jaringan pada Windows 7, kita dapat melakukan aktivasi melalui menu Start > Computer dan klik kanan computer dan pilih Properties sehingga kita akan mendapatkan kotak dialog.
Geser ke bawah sehingga ditemukan Windows Activation, klik “Windows activate now”. Selanjutnya, kita akan ada kotak dialog aktivasi Windows. Klik “Activate Windows online now”. Jika sukses, kita akan mendapatkan konfirmasi bahwa Windows 7 kita sudah melakukan aktivasi.
Showing posts with label Microsoft. Show all posts
Showing posts with label Microsoft. Show all posts
Konsep VPN
Diposkan oleh Ferdy Hernawan Label: Cisco, GRE, IPSec, L2F, L2TP, Microsoft, PPTP, VPDN, VPNKonsep VPN
Perpaduan teknologi tunneling dan enkripsi membuat VPN (Virtual Private Network) menjadi teknologi yang luar biasa dan membantu banyak sekali pekerjaan penggunanya.
Pada edisi sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai apa itu teknologi VPN, di mana penggunaannya dan apa saja teknologi yang membentuknya. Kini akan dibahas satu per satu lebih mendetail tentang teknologi pembentuk VPN tersebut, yaitu tunneling dan enkripsi.
Kedua teknologi ini tidak bisa ditawar dan diganggu-gugat lagi dalam membentuk sebuah komunikasi VPN. Kedua teknologi ini harus dipadukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna, yaitu komunikasi data aman dan efisien. Aman berarti data Anda tetap terjaga kerahasiaan dan keutuhannya. Tidak sembarang pihak dapat menangkap dan membaca data Anda, meskipun data tersebut lalu-lalang di jalur komunikasi publik. Keutuhan yang tetap terjaga maksudnya tidak sembarang orang dapat mengacaukan isi dan alur data Anda. Hal ini perlu dijaga karena jika sudah lewat jalur publik, banyak sekali orang iseng
yang mungkin saja menghancurkan data Anda di tengah jalan. Untuk itulah, mengapa kedua teknologi ini sangat berperan penting dalam terbentuknya solusi komunikasi VPN.
Apa Saja Teknologi Tunneling ?
Untuk membuat sebuah tunnel, diperlukan sebuah protokol pengaturnya sehingga tunnel secara logika ini dapat berjalan dengan baik bagaikan koneksi point-to-point sungguhan. Saat ini, tersedia banyak sekali protokol pembuat tunnel yang bisa digunakan. Namun, tunneling protocol yang paling umum dan paling banyak digunakan terdiri dari tiga jenis di bawah ini:
*Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP)
L2TP adalah sebuah tunneling protocol yang memadukan dan mengombinasikan dua buah tunneling protocol yang bersifat proprietary, yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) milik Cisco Systems dengan PPTP (Point-to-Point Tunneling Protocol) milik Microsoft.
Pada awalnya, semua produk Cisco menggunakan L2F untuk mengurus tunneling-nya, sedangkan operating system Microsoft yang terdahulu hanya menggunakan PPTP untuk melayani penggunanya yang ingin bermain dengan tunnel. Namun saat ini, Microsoft Windows NT/2000 telah dapat menggunakan PPTP atau L2TP dalam teknologi VPN-nya.
L2TP biasanya digunakan dalam membuat Virtual Private Dial Network (VPDN) yang dapat bekerja membawa semua jenis protokol komunikasi didalamnya. Selain itu, L2TP juga bersifat media independen karena dapat bekerja di atas media apapun. L2TP memungkinkan penggunanya untuk tetap dapat terkoneksi dengan jaringan lokal milik mereka dengan policy keamanan yang sama dan dari manapun mereka berada, melalui koneksi VPN atau VPDN. Koneksi ini sering kali dianggap sebagai sarana memperpanjang jaringan lokal milik penggunanya, namun melalui media publik.
Namun, teknologi tunneling ini tidak memiliki mekanisme untuk menyediakan fasilitas enkripsi karena memang benar-benar murni hanya membentuk jaringan tunnel. Selain itu, apa yang lalu-lalang di dalam tunnel ini dapat ditangkap dan dimonitor dengan menggunakan protocol analizer.
* Generic Routing Encapsulation (GRE)
Protokol tunneling yang satu ini memiliki kemampuan membawa lebih dari satu jenis protokol pengalamatan komunikasi. Bukan hanya paket beralamat IP saja yang dapat dibawanya, melainkan banyak paket protokol lain seperti CNLP, IPX, dan banyak lagi. Namun, semua itu dibungkus atau dienkapsulasi menjadi sebuah paket yang bersistem pengalamatan IP. Kemudian paket tersebut didistribusikan melalui sistem tunnel yang juga bekerja di atas protokol komunikasi IP.
Dengan menggunakan tunneling GRE, router yang ada pada ujung-ujung tunnel melakukan enkapsulasi paket-paket protokol lain di dalam header dari protokol IP. Hal ini akan membuat paket-paket tadi dapat dibawa ke manapun dengan cara dan metode yang terdapat pada teknologi IP. Dengan adanya kemampuan ini, maka protokol-protokol yang dibawa oleh paket IP tersebut dapat lebih bebas bergerak ke manapun lokasi yang dituju, asalkan terjangkau secara pengalamatan IP.
Aplikasi yang cukup banyak menggunakan bantuan protokol tunneling ini adalah menggabungkan jaringan-jaringan lokal yang terpisah secara jarak kembali dapat berkomunikasi. Atau dengan kata lain, GRP banyak digunakan untuk memperpanjang dan mengekspansi jaringan lokal yang dimiliki si penggunanya. Meski cukup banyak digunakan, GRE juga tidak menyediakan sistem enkripsi data yang lalu-lalang di tunnel-nya, sehingga semua aktivitas datanya dapat dimonitor menggunakan protocol analyzer biasa saja.
*IP Security Protocol (IPSec)
IPSec adalah sebuat pilihan tunneling protocol yang sangat tepat untuk digunakan dalam VPN level korporat. IPSec merupakan protokol yang bersifat open standar yang dapat menyediakan keamanan data, keutuhan data, dan autentikasi data antara kedua peer yang berpartisipasi di dalamnya.
IPSec menyediakan sistem keamanan data seperti ini dengan menggunakan sebuah metode pengaman yang bernama Internet Key Exchange (IKE). IKE ini bertugas untuk menangani masalah negosiasi dari protokol-protokol dan algoritma pengamanan yang diciptakan berdasarkan dari policy yang diterapkan pada jaringan si pengguna. IKE pada akhirnya akan menghasilkan sebuah sistem enkripsi dan kunci pengamannya yang akan digunakan untuk autentikasi pada sistem IPSec ini.
Bagaimana dengan Teknologi Enkripsinya?
Selain teknologi tunneling, teknologi enkripsi dalam VPN juga sangat bervariasi. Sebenarnya teknologi enkripsi bukan hanya milik VPN saja, namun sangat luas penggunaannya. Enkripsi bertugas untuk menjaga privasi dan kerahasiaan data agar tidak dapat dengan mudah dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Secara garis besar teknik enkripsi terbagi atas dua jenis, yaitu:
Symmetric Encryption
Symmetric Encryption dikenal juga dengan nama sebutan secret key encryption. Enkripsi jenis ini banyak digunakan dalam proses enkripsi data dalam volume yang besar. Selama masa komunikasi data, perangkat jaringan yang memiliki kemampuan enkripsi jenis ini akan mengubah data yang berupa teks murni (cleartext) menjadi berbentuk teks yang telah diacak atau istilahnya adalah ciphertext. Teks acak ini tentu dibuat dengan menggunakan algoritma. Teks acak ini sangat tidak mudah untuk dibaca, sehingga keamanan data Anda terjaga.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana data acak tersebut dibuka oleh pihak yang memang ditujunya? Untuk membuka data acak ini, algoritma pengacak tadi juga membuat sebuah kunci yang dapat membuka semua isi aslinya. Kunci ini dimiliki oleh si pengirim maupun si penerima data. Kunci inilah yang akan digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi ciphertext ini.
Digital Encryption Standar (DES) merupakan sebuah algoritma standar yang digunakan untuk membuat proses symmetric encryption ini. Algoritma ini diklaim sebagai yang paling umum digunakan saat ini. Algoritma DES beroperasi dalam satuan 64-bit blok data. Maksudnya, algoritma ini akan menjalankan serangkaian proses pengacakan 64-bit data yang masuk untuk kemudian dikeluarkan menjadi 64-bit data acak. Proses tersebut menggunakan 64-bit kunci di mana 56-bit-nya dipilih secara acak, 8 bit nya berasal dari parity bit dari data Anda. Kedelapan bit tersebut diselipkan di antara ke 56-bit tadi. Kunci yang dihasilkan kemudian dikirimkan ke si penerima data.
Dengan sistem enkripsi demikian, DES tidaklah mudah untuk ditaklukkan Namun seiring perkembangan teknologi, DES sudah bisa dibongkar dengan menggunakan superkomputer dalam waktu beberapa hari saja. Alternatif untuk DES adalah triple DES (3DES) yang melakukan proses dalam DES sebanyak tiga kali. Jadi kunci yang dihasilkan dan dibutuhkan untuk membuka enkripsi adalah sebanyak tiga buah.
Asymmetric Encryption
Enkripsi jenis ini sering disebut sebagai sistem public key encryption. Proses enkripsi jenis ini bisa menggunakan algoritma apa saja, namun hasil enkripsi dari algoritma ini akan berfungsi sebagai pelengkap dalam mengacakan dan penyusunan data. Dalam enkripsi jenis ini diperlukan dua buah kunci pengaman yang berbeda, namun saling berkaitan dalam proses algoritmanya. Kedua kunci pengaman ini sering disebut dengan istilah Public Key dan Private Key.
Sebagai contohnya, Andi dan Budi ingin berkomunikasi aman dengan menggunakan sistem enkripsi ini. Untuk itu, keduanya harus memiliki public key dan private key terlebih dahulu. Andi harus memiliki public dan private key, begitu juga dengan Budi. Ketika proses komunikasi dimulai, mereka akan menggunakan kunci-kunci yang berbeda untuk mengenkrip dan mendekrip data. Kunci boleh berbeda, namun data dapat dihantarkan dengan mulus berkat algoritma yang sama.
Mekanisme pembuatan public dan private key ini cukup kompleks. Biasanya key-key ini di-generate menggunakan generator yang menjalankan algoritma RSA (Ron Rivest, Adi Shamir, Leonard Adleman) atau EL Gamal. Hasil dari generator ini biasanya adalah dua buah susunan angka acak yang sangat besar. Satu angka acak berfungsi sebagai public key dan satu lagi untuk private key. Angka-angka acak ini memang harus dibuat sebanyak dan seacak mungkin untuk memperkuat keunikan dari key-key Anda.
Menggenerasi key-key ini sangat membutuhkan proses CPU yang tinggi. Maka itu, proses ini tidak bisa dilakukan setiap kali Anda melakukan transaksi data. Dengan kata lain, enkripsi jenis ini tidak pernah digunakan untuk mengamankan data yang sesungguhnya karena sifatnya yang kompleks ini. Meskipun demikian, enkripsi ini akan sangat efektif dalam proses autentikasi data dan aplikasinya yang melibatkan sistem digital signature dan key management.
Bagaimana Memilih Teknologi VPN yang Tepat?
Teknologi VPN begitu banyak pilihannya untuk Anda gunakan. Bagaimana memilih yang terbaik untuk Anda? Teknologi VPN yang terbaik untuk Anda sangat tergantung pada kebutuhan traffic data yang ingin lalu-lalang diatasnya.
Teknologi IPSec merupakan pilihan utama dan yang paling komplit untuk memberikan solusi bagi jaringan VPN level enterprise. Namun sayangnya, IPSec hanya mendukung traffic yang berbasiskan teknologi IP dan paket-paket yang berkarakteristik unicast saja. Jadi jika karakteristik data Anda yang ingin dilewatkan VPN sesuai dengan kemampuan IPSec, maka tidak perlu lagi menggunakannya karena IPSec relatif lebih mudah dikonfigurasi dan di-troubleshoot. Namun jika traffic Anda terdiri dari protokol-protokol selain IP atau komunikasi IP berkarakteristik multicast, maka gunakanlah GRE atau L2TP.
GRE sangat cocok digunakan jika Anda ingin membuat komunikasi site-to-site VPN yang akan dilewati oleh berbagai macam protokol komunikasi. Selain itu, GRE juga sangat cocok digunakan dalam melewati paket-paket IP multicast seperti yang banyak digunakan dalam routing protocol. Sehingga cocok digunakan sebagai jalur komunikasi antar-router. GRE akan mengenkapsulasi segala traffic tanpa peduli sumber dan tujuannya.
Untuk jaringan yang banyak dilalui oleh traffic untuk keperluan Microsoft networking, L2TP sangat pas untuk digunakan di sini. Karena hubungannya yang erat dengan protokol PPP, L2TP juga sangat cocok digunakan dalam membangun remote-access VPN yang membutuhkan dukungan multiprotokol.
Namun yang menjadi kendala adalah baik GRE maupun L2TP tidak ada yang memiliki sistem enkripsi dan penjaga keutuhan data. Maka dari itu, biasanya dalam implementasi kedua teknologi VPN ini digabungkan penggunaannya dengan IPSec untuk mendapatkan fasilitas enkripsi dan mekanisme penjaga integritas datanya.
Aman dan Nyaman
VPN memang terbentuk dari perpaduan kedua teknologi yang telah dijabarkan secara garis besar di atas. Ada sebuah prinsip yang berkembang di kalangan praktisi komunikasi data yang mengatakan bahwa “komunikasi data yang aman tidak akan pernah nyaman”. Prinsip tersebut mungkin ada kalanya benar, di mana Anda harus membuat policy-policy yang memusingkan kepala, teknik-teknik tunneling dan enkripsi apa yang akan Anda gunakan, dan rule-rule yang sangat ketat dan teliti untuk menghadang semua pengacau yang tidak berhak mengakses data Anda. Namun, teknologi VPN mungkin bisa dikecualikan dalam prinsip tersebut.
Memang benar, performa jaringan VPN tidak akan bisa sebaik jaringan pribadi yang sesungguhnya. Waktu latensi yang besar pasti menyertai ke manapun VPN pergi. Selain itu, jaringan ini sangat sensitif terhadap gangguan yang terjadi di tengah jalan entah di mana. Namun, semua risiko tersebut masih mungkin diterima karena jika sudah terkoneksi, kenyamanan luar biasa bisa Anda nikmati. Lebih dari itu, bagi Anda praktisi bisnis, banyak sekali aplikasi bisnis yang bisa dibuat dengan menggunakan VPN. Selamat belajar!
Sumber : http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/konsep-vpn_14.html
Baca Selengkapnya...
Menunggu keunggulan Windows 7
Solopos, Edisi : Minggu, 08 Februari 2009 , Hal.X
Versi final Windows 7, sebagai pengganti Windows Vista dikabarkan akan tersedia pada akhir tahun ini atau awal tahun 2010. Namun keandalan dari sistem operasi (OS) keluaran Microsoft terbaru ini patut diuji coba melalui versi Betanya.
Kabar tentang kemunculan Windows 7 semakin banyak beredar di Internet maupun masyarakat. Kalangan pengguna produk Microsoft ini pun sebagian sudah mulai berburu untuk mencoba versi Beta-nya atau uji cobanya yang bisa di-download melalui Internet.
Windows 7 sendiri, menurut Windows Client Product Manager PT Microsoft Indonesia, Lukman Susetio, berawal karena Microsoft memiliki kebijakan software assurance tiga tahun untuk sejumlah produknya. Karena itu pula, jelasnya, ketika suatu produk diluncurkan, maka produk penerusnya harus dibuat dalam kurun waktu tiga tahun berikutnya.
Hal itu pula yang berlaku bagi Windows 7 yang memiliki tenggat waktu tiga tahun setelah Vista. Generasi penerus Windows ini kabarnya bakal diluncurkan akhir tahun 2009. Beberapa perubahan sudah pasti akan ditemui dalam Windows 7 dibandingkan Windows Vista. Namun, menurut Ardian M Prastiawan dari Divisi Software dan Development Puskom Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, perubahan yang terjadi tidak total, seperti yang terjadi saat Windows 2000 berubah ke Windows XP. Maupun saat Windows XP berubah ke Windows Vista.
”Sebenarnya, Windows 7 merupakan turunan dari Windows Vista. Sehingga tidak terlalu banyak perubahan yang bisa dirasakan. Sementara kalau perubahan dari Windows 2000 ke XP, maupun XP ke Windows Vista, terjadi perubahan total. Mulai dari desain, menu, setting atau konfigurasi kemudahan pemakaian dan yang lainnya, telah banyak berubah. Tetapi kalau Windows Vista ke Windows 7, tidak ada perubahan berarti. Hanya ada penambahan fitur-fitur untuk menyempurnakan generasi sebelumnya,” terang Ardian kepada Espos, belum lama ini di Kampus UNS.
Namun secara umum, Ardian mengatakan Windows 7 lebih mudah diatur. Instalasinya dinilai lebih ringkas dan prosesnya lebih ringan ketimbang Windows Vista. Dan karena memang belum final prosesnya, masih banyak kekurangan dalam Windows 7 versi Beta atau uji cobanya. Ardian mengatakan ada aplikasi yang belum bisa beroperasi di Windows 7, padahal di Windows Vista berjalan lancar.
Sedangkan spesifikasi komputer yang support untuk Windows 7, disebutkan masih sama dengan Windows Vista. Sementara menurut Ferdy Hernawan, teknisi IT (informasi dan teknologi) di SMK Negeri 2 Solo, Windows 7 memang punya keunggulan dalam hal tampilan. Karena kesan tiga dimensinya lebih tampak menonjol.
Namun karena yang muncul sekarang masih merupakan versi uji coba, sehingga masih terdapat banyak kekurangan. ”Tampilannya mendekati Windows Vista dan terlihat lebih hidup. Tetapi untuk secara keseluruhan memang belum bisa dinilai, karena versi finalnya belum keluar. Karena itu pula sejumlah aplikasi atau software belum sepenuhnya kompatibel dengan Windows 7. Namun di versi finalnya yang akan dirilis resmi tentu sudah lebih sempurna daripada versi Beta atau uji cobanya,” terangnya kepada Espos, Kamis (5/2).
Sementara dari kalangan pengusaha komputer sendiri, sebagian besar belum sempat menjajal versi uji coba dari Windows 7. Karyawan Wirabuana Komputer Yogyakarta, Eko, mengatakan informasi yang beredar di kalangan mereka menyebutkan versi uji coba Windows 7 cukup sulit untuk di-download.
Ukuran file yang terlalu besar menyebabkan download Windows 7 versi Beta butuh waktu berhari-hari. ”Saya sudah mencoba untuk men-download versi Beta dari Windows 7. Namun ukuran filenya terlalu besar sehingga muncul kendala dalam proses download-nya,” terang user komputer, Susilo, yang penasaran dengan keandalan Windows 7.
Spesifikassi komputer yang dibutuhkan untuk operasi sistem Windows 7 :
1 GHz 32 bit or 64 bit processor
1 GB of System memory
16 GB of available disk space
Support for directX 9 graphics with 128 MB memori (to enable the Aero Theme)
DVD-R/W Drive
Optional: Internet Access
Oleh: Ivan Indrakesuma
http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=m05&id=259892
Kabar tentang kemunculan Windows 7 semakin banyak beredar di Internet maupun masyarakat. Kalangan pengguna produk Microsoft ini pun sebagian sudah mulai berburu untuk mencoba versi Beta-nya atau uji cobanya yang bisa di-download melalui Internet.
Windows 7 sendiri, menurut Windows Client Product Manager PT Microsoft Indonesia, Lukman Susetio, berawal karena Microsoft memiliki kebijakan software assurance tiga tahun untuk sejumlah produknya. Karena itu pula, jelasnya, ketika suatu produk diluncurkan, maka produk penerusnya harus dibuat dalam kurun waktu tiga tahun berikutnya.
Hal itu pula yang berlaku bagi Windows 7 yang memiliki tenggat waktu tiga tahun setelah Vista. Generasi penerus Windows ini kabarnya bakal diluncurkan akhir tahun 2009. Beberapa perubahan sudah pasti akan ditemui dalam Windows 7 dibandingkan Windows Vista. Namun, menurut Ardian M Prastiawan dari Divisi Software dan Development Puskom Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, perubahan yang terjadi tidak total, seperti yang terjadi saat Windows 2000 berubah ke Windows XP. Maupun saat Windows XP berubah ke Windows Vista.
”Sebenarnya, Windows 7 merupakan turunan dari Windows Vista. Sehingga tidak terlalu banyak perubahan yang bisa dirasakan. Sementara kalau perubahan dari Windows 2000 ke XP, maupun XP ke Windows Vista, terjadi perubahan total. Mulai dari desain, menu, setting atau konfigurasi kemudahan pemakaian dan yang lainnya, telah banyak berubah. Tetapi kalau Windows Vista ke Windows 7, tidak ada perubahan berarti. Hanya ada penambahan fitur-fitur untuk menyempurnakan generasi sebelumnya,” terang Ardian kepada Espos, belum lama ini di Kampus UNS.
Namun secara umum, Ardian mengatakan Windows 7 lebih mudah diatur. Instalasinya dinilai lebih ringkas dan prosesnya lebih ringan ketimbang Windows Vista. Dan karena memang belum final prosesnya, masih banyak kekurangan dalam Windows 7 versi Beta atau uji cobanya. Ardian mengatakan ada aplikasi yang belum bisa beroperasi di Windows 7, padahal di Windows Vista berjalan lancar.
Sedangkan spesifikasi komputer yang support untuk Windows 7, disebutkan masih sama dengan Windows Vista. Sementara menurut Ferdy Hernawan, teknisi IT (informasi dan teknologi) di SMK Negeri 2 Solo, Windows 7 memang punya keunggulan dalam hal tampilan. Karena kesan tiga dimensinya lebih tampak menonjol.
Namun karena yang muncul sekarang masih merupakan versi uji coba, sehingga masih terdapat banyak kekurangan. ”Tampilannya mendekati Windows Vista dan terlihat lebih hidup. Tetapi untuk secara keseluruhan memang belum bisa dinilai, karena versi finalnya belum keluar. Karena itu pula sejumlah aplikasi atau software belum sepenuhnya kompatibel dengan Windows 7. Namun di versi finalnya yang akan dirilis resmi tentu sudah lebih sempurna daripada versi Beta atau uji cobanya,” terangnya kepada Espos, Kamis (5/2).
Sementara dari kalangan pengusaha komputer sendiri, sebagian besar belum sempat menjajal versi uji coba dari Windows 7. Karyawan Wirabuana Komputer Yogyakarta, Eko, mengatakan informasi yang beredar di kalangan mereka menyebutkan versi uji coba Windows 7 cukup sulit untuk di-download.
Ukuran file yang terlalu besar menyebabkan download Windows 7 versi Beta butuh waktu berhari-hari. ”Saya sudah mencoba untuk men-download versi Beta dari Windows 7. Namun ukuran filenya terlalu besar sehingga muncul kendala dalam proses download-nya,” terang user komputer, Susilo, yang penasaran dengan keandalan Windows 7.
Spesifikassi komputer yang dibutuhkan untuk operasi sistem Windows 7 :
1 GHz 32 bit or 64 bit processor
1 GB of System memory
16 GB of available disk space
Support for directX 9 graphics with 128 MB memori (to enable the Aero Theme)
DVD-R/W Drive
Optional: Internet Access
Oleh: Ivan Indrakesuma
http://www.solopos.co.id/zindex_menu.asp?kodehalaman=m05&id=259892
Baca Selengkapnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)
